Friday, February 3, 2012

RUki-SHido on deviantart.com

http://ruki-shido.deviantart.com/

well, thats my deviantart! you can ask me for free art request, trade arts and talk or RP with me use text either dA Muro! x3 be free 8D~! oh btw, imma fujoshi, so dont shy to ask me to draw something yaoi because i'd like too-- xD

Friday, December 16, 2011

[Romance Way - ISSEI] japanese-romaji-english

Romance Way - ISSEI [Okane ga Nai OST.]
Download it here : Romance Way - ISSEI 








Japanese [Kanji]


生きてく事は素晴らしい でも一寸先は闇らしい
少年、学成りがたし すぐに進め
運命、貸し借りはなし 青春、後悔嫌だし
最終兵器は私 ゆくぜ、yes、yes

その手を握りしめるのに迷ってんなよ
神様が特別くれたチャンスだから

絶対にロマンス 絶対色MENっす
夢見れば 叶うもの
でっかいな浪漫の末 君を乗せて
実際にロマンス 実体は色MENっす
君だけに捧げる愛の末 もう一人にしない

見つける事は難しい 人生長い旅らしい
気付けばまた昔話 目を覚ませ

いつでも心を澄まし ホントの根性探し
だいたい六割はなし ダメです、yes、yes

この広い世界の真ん中で 迷ってんなら
羽広げ 飛ぶ鳥 すぐにやってみれば

絶対にロマンス 絶対色MENっす
涙流してしまうほど
迷った苦心の末 心の奥に
実際にロマンス 実体は色MENっす
君一人も守れない僕に 優しい言葉はいらない

絶対にロマンス 絶対色MENっす
夢見れば かなうもの
でっかいな浪漫の末 君を乗せて
実際にロマンス 実体は色MENっす
君だけに捧げる愛の末 明日を手にしたい

絶対にロマンス 絶対に色MENっす
信じれば届くもの
絶大なRomance way 君と共に
実際にロマンス 実体は色MENっす
君だけは離さず愛の巣へ 心に誓うよ もう一人にしない
 






Romaji


Ikiteku kotowa subarashii Demo issou saki wa yami rashi
Shounen, gaku narigatashi Sugu ni susume
Unmei, kashikari wa nashi Seishun, koukai ya da shi
saishuuheiki wa watashi Yukuze, yes, yes

Sono te o nigirishimeru no ni mayotten na yo
Kamisama ga tokubetsu kureta CHANCE dakara

Zettai ni romance(x2)
Yume mireba kanau mono
Dekkai na ROMANCE WAY Kimi wo nosete
Jissai ni romance Jittai ni romance
Kimi dake ni sasageru ai no sube Mou hitori ni shinai

Mitsukeru koto wa muzukashii Jinsei nagai tabi rashii
Kitsukeba mata mukashibanashi Me o samase

Itsu demo kokoro o sumashi Honto no konjou sagashi
Daitai roku wari wa nashi Dame desu, yes, yes

Kono hiroi sekai no mannaka de Mayotte nara
Hane hiroge Tobu tori Sugu ni yatte mireba

Zettai ni romance(x2)
Namida nagashite shimau hodo
Mayotta kushin no way kokoro no oku ni
Jissai ni romance Jittai ni romance
Kimi hitori mo mamorenai boku ni Yasashii kotoba ha iranai

Zettai ni romance(x2)
Yume mireba Kanau mono
Dekkai na romance no way Kimi o nosete
Jissai ni romance Jittai ni romance
Kimi dake ni sasageru ai no sue Ashita o te ni shitai

Zettai ni romance(x2)
Shinjireba todoku mono
Setsudai na Romance Way Kimi to tomo ni
Jissai ni romance Jittai ni romance
kimi dake ha hanasazu ai no su e Kokoro ni chikau yo Mou hitori ni shinai
 








English


To live is a wonderful thing, but it seems like there's no end to it.
Young men just never learn, Quickly move ahead

You can't lend or borrow destinies, I don't want to have any regrets in my youth
I am the ultimate weapon, Lets go yes yes

Don't hesitate to hold my hand tightly
This is a special chance that god has given us.

Absolute Romance, Absolute Romance
Dream of it and it'll come true.
A huge romance way carrying you along
An actual romance, A real romance.
I will offer this way to love only you, I won't leave you alone anymore.

It is difficult to find and seems to be having a long life trip
If you become aware that it's an old tale again, Wake up!

When a heart is cleansed, search for the true nature
An about 60% percent story of mine is useless, yes yes

In this large world being in the middle that is perplexed
the feather expand like a flying bird as you saw it doing immediately

Absolute romance, Absolute romance
The tear extent which let flow
After the pain was in perplexed way, In this depths of the heart
An actual romance, A real romance
To me whom none of you can protect, Kind words is not needed

Absolute romance, Absolute romance
Dream of it and it’ll come true
A huge romance way, carrying you along
An actual romance, A real romance
I offer this way to love only you, Tomorrow where I want to hold your hand

Absolute romance, Absolute romance
I believe it, the thing that came
Immense of romance way that you share with
An actual romance, A real romance
Your substance is colored in lovely way
In this sweet place, I won't leave you alone anymore

Monday, December 5, 2011

9th December 2011

LELELE, 9th dec will be one of my oc's birthday 8-D-


HE IS------ SVETLO LUKE



KYAAA-- FINALLY! I cannot wait, but also couldnt help... I CANNOT ONLINE FOR 9th Dec! D;< BLAME MY FINAL EXAM! D8<



I'm not sure how old Ruke is, but he'll be so old this year *trolls* yeah, I still love him in the other way [?] *DONT ASK*

---this is my gift for him---

[... I don't have any cake or something. So, yogurt isn't looks that bad, right? TELL ME D;<]


[For Svetlo Luke, from Rukishido.]
[KYAH ZOMG Svetlo Ruke FINALLY 9th DEC IS YER BIRTHDAY X///D ♥
I'm not sure with your age, but this is will be your second birthday after I found(?) you C: although you'll be so old, but I still L-O-V-E you ♥

Well, I cannot online in 9th dec, yeah its very complicated, i have final exam, so I hope you understand C: SO I upload this now.

I dont have any cake or coffee to give, I only have yogurt... ACCEPT IT, I KNU YOU LIKE STRAWBERRIES >8M
And, small paper on my keyboard was 'Happy Birthday, Svetlo Ruke ♥ '
yes, blame my camera :D

anooo, I hope you can get some seme, I know you like it C: #STABBED

I drew you out of my laptop because I really wanting you to be real. Not only drawings. But, I know this is impossible. Thanks, as you know I ever met you on my dream >;M ♥ ♥ ♥

Last words, thank you for being my OC, you're special because you're MINE, Luke. ♥
And, I'll never be like now if I don't own you ♥]


Anyway, Ruke likes strawberries, so I think he'll like it :> #STABBED
OK, I LIED.

I OWN HIM.
HE OWN ME.

a.k.a

Svetlo Luke (c) Rukishido
Rukishido (c) Svetlo Luke

The art is originally owned and drawn by Rukishido.2011.

Monday, November 28, 2011

Devil May Cry 4 OST. Out of Darkness [Prologue] Lyric and download link



Out of Darkness
 Devi May Cry 4 OST.

 
Listen to my voice calling you,
Pulling you out of darkness.
Hear the devil's cry of sin,
Always turn your back on him.

http://maofuturewife.blogspot.com/

With the wind you go,
Still I dream of your spirit leading you back home.
I will give my gifts to you,
Grow your garden, watch it bloom.

http://maofuturewife.blogspot.com/

The light in your eyes is an angel up high,
Fighting to ease the shadow side.
Hearts will grow though having to bend,
Leaving behind all things in the end.

http://maofuturewife.blogspot.com/
 
Listen to my voice calling you,
Pulling you out of darkness.
Hear the devil's cry of sin,
Always turn your back on him.

You can download this song in 4Shared
http://search.4shared.com/postDownload/Wky-mYxI/Devil_May_Cry_4_OST_-_Out_of_D.html

Wednesday, October 26, 2011

Cara Keramas yang Bener

Well, kemarin waktu di salon aku sempet nanya-nanya sama hairdresser nya gimana cara ngerawat rambut XD *karena saking bosennya XD* daaan ini salah satu dari pertanyaan singkat ku yang dijawab puanjaaaang banget XD *dan entah napa nggak bisa lupa*

Pertama, basahi rambut pake air. Kalo bisa pake air hangat, soalnya kalo pake air yang terlalu dingin/ terlalu panas bisa merusak kulit kepala sama rambutnya.

Kedua, kalo udah merata airnya pijet kepalanya pelan". Inget, kalo kamu punya kuku panjang sebaiknya nggak usah dipijet kepalanya, soalnya ntar bisa lecet.

Ketiga, pake shampoonya dan gosok sampe busanya banyak.

Keempat, yang ke'empat ini tambahan dari aku sndr : kalo udah ada busanya, rambutmu sisirlaaah (pake sisir yang rongganya panjang ya, soalnya kalo nggak bisa patah rambutnya)

Kelima, ulangi step ketiga dan ke'empat sampe rambut kerasa licin dan nggak keset .A.

Ke'enam, pake conditioner. (UNTUK CEWEK, INI WAJIB .3.!!) pakenya dikit aja, asal merata! kalo banyak malah bikin rusak rambut! dan lagi, jangan kena kulit kepala kalo nggak mau ketombe'an! eeets, jangan seneng dulu, bilas dulu! pemakaian conditioner cuma boleh 1 kali(dan aku lupa nggak tanya kenapa saking ngantuknya XD).

Ketuju, kalo udah, keringkan rambut pake handuk halus dengan cara ditepuk". Jangan ngusrek" rambut pake handuk buat ngering'innya!  Ntar yang ada malah rambutmu rontok.

Tambahan : jangan di catok/di hairdryer, biarin kering alami kalo nggak mau rambutnya jadi geje(merah dan rusak)XD



Semoga membantu! :3

Wednesday, October 19, 2011

Deathbell Fantasy Novel - Prolog dan Bab I

Judul : Deathbell
Pengarang : Ruki Shido
Genre : Fantasy, Humor, BL
Rating : +13

Ehm, sebenernya ini novel. Tapi, kaya' nya mustahil banget kalo di post ber bab xD makanya aku ganti perchapter khusus di blog ini :) untuk karakter, gambarnya menyusul ya :D maaf banget :D ENJOY~!

Prolog

Semua orang bilang, suara lonceng itu bermacam-macam. Lonceng itu pasti melambangkan sesuatu. Misalnya saja, perayaan pernikahan, natal, paskah, dan perayaan apapun sudah tidak jarang dilaksanakan dengan bunyi lonceng yang menghiasinya. Bahkan, dalam gereja, lonceng bukanlah hal yang asing lagi.
Namun dari sekian banyak suara lonceng, ada satu yang paling dibenci semua orang.
 –dan suara itu adalah suara lonceng kematian.


Chapter satu

J

ika kita melihat dunia setelah orang mati, ada tiga bagian. Pertama, surga. Kedua, neraka. Dan yang terakhir adalah dunia diantara neraka dan surga. Mungkin tidak ada salah satu dari kalian yang mengetahui jika keberadaan dunia diantara surga dan neraka adalah ada. Bahkan, dapat dipastikan jika semua orangpun tidak paham benar apa yang sebenarnya disebut dengan surga, neraka. Semua beranggapan jika arwah yang tenang akan dapat masuk kedalam antara dua lubang: surga atau neraka. Yang baik masuk kedalam surga, dan yang buruk masuk kedalam neraka. Namun, bagaimana dengan arwah-arwah yang tidak tenang? Mungkin banyak yang beranggapan jika arwah yang tidak tenang tidak akan bisa pergi ke surga, ataupun ke neraka. Hal itu adalah benar. Arwah mereka akan terjebak didalam dunia diantara surga dan neraka. Lebih jelasnya, tempat ini adalah tempat dimana jiwa-jiwa yang belum mencapai tujuan hidup mereka sesungguhnya dan jiwa mereka dipaksa oleh hal-hal tertentu. Bukan hanya manusia ataupun hewan yang bisa memaksa mereka untuk terpaksa meninggalkan dunia sesungguhnya, namun ada juga perasaan kasihan, sayang, dan sebagainya. Dunia yang tidak bisa dicerna, dunia yang tiap jengkal tanahnya mengandung sejuta misteri, dan tak ada seorangpun yang tahu mengapa dunia tersebut ada.
Sekarang, burung-burung berkicau gembira, matahari menari seiring dengan awan, suara alam yang menenangkan hati. Namun, hal itu tidak dirasakan oleh pemuda bernama Svetlo Ruke, sang pendatang baru Blue Trois. Ia mengerjapkan cepat matanya ketika cahaya sang mentari menyusup diam-diam dari celah jendelanya. Kepalanya sungguh pusing. Ternyata dikurung dalam penjara itu tidak enak.
Sekarang, ia dikurung karena dituduh melakukan sebuah kejahatan yang bahkan Ruke sendiri tidak tahu apa. Benar-benar tidak jelas. Dikurung didalam ruangan kumuh seperti ini, sementara diluar sepertinya sangat menyenangkan. Tidak adil bukan, sementara Ruke dikurung dan yang orang-orang lain bisa bebas diluar. Lelah mengumpat dalam hati sudah ia lakukan sejak dua jam setelah ia dimasukkan kedalam penjara. Rasanya percuma mengumpat jika tak ada yang mendengarnya. Sia-sia saja, menghabiskan pikiran. Ruke tersenyum kecil seraya menidurkan dirinya diatas jerami-jerami dalam penjara kumuh itu.
Kalau dipikir-pikir sudah lama juga semenjak kejadian itu. Ya, kejadian setelah Ruke meninggalkan raganya. Dan entah mengapa, kenapa dia bisa berada disini? Otaknya ia paksa berputar seraya mencengkram erat rambut birunya yang panjang melintasi balik punggungnya. Blue Trois, itulah tempat atau lebih tepatnya dunia yang ia huni sekarang. Apa-apaan itu? Bahkan Ruke sekalipun belum pernah mendengar nama itu ketika ia lahir hingga akhirnya ia mati. Yang pernah ia dengar, orang jahat akan masuk neraka dan orang baik akan masuk surga. Tidak lebih dari itu.
Ruke memutar balikkan pikirannya menuju masa lalu. Seingatnya, ia meninggalkan raganya dan berkeliaran didunia manusia selama 19 hari. Jika diingat-ingat lagi, Ruke menjadi semakin dibawa kedalam suasana yang tidak enak. Bayangkan saja jika arwah manusia berkeliaran dalam dunia selama 19 hari tanpa bisa terlihat oleh manusia lain? Ini bukan masalah materi, ini adalah masalah batin. Tentu saja, arwah tidak perlu kain untuk menutupinya dan tidak perlu makanan untuk mengisi perutnya. Meski begitu, arwah selalu kesepian ditengah keramaian. Tak terlihat, ditakuti, bahkan dibenci. Sembilan belas hari adalah waktu yang lama untuk menjadi tidak terlihat. Meski sudah melewati masa itu, bukan berarti penderitaan Ruke berhenti sampai disitu saja.
 “Hei, kau!” seru seseorang pada Ruke.
Namun meski ditegur, Ruke tak mengindahkannya. Mengindahkan? Bahkan ia tak sudi menoleh pada siapapun yang menegurnya barusan.
“Hei, kau! Banci biru!” seru seseorang mengulang menegur Ruke namun kali ini berbeda, ia menambahkan sedikit kata-kata pedasnya.
Habis sudah kesabaran Ruke. “Siapa yang kau sebut banci bi– ” Ruke sengaja memutuskan kalimatnya kemudian mendengus kesal. “Oh, jadi kau,” ucapnya kesal. Ruke memutarkan bola matanya menatap seseorang yang berada didepannya. “Kau mau apa lagi? Belum puas, ya? Belum puas menyiksaku di kandang bau seperti ini. Dasar wanita jahanam.”
“Namaku bukan ‘kau’. Dan aku tak ingat jika aku mempunyai julukan ‘wanita jahanam’. Kuperkenalkan sekali lagi padamu, aku Schymest Violetto.” Ucap Violetto sambil menyandarkan punggungnya ke dinding depan jeruji besi tempat dimana Ruke berada.
“Sebaliknya denganku! Aku bukan banci biru! Namaku Svetlo Ruke! Meski rambutku panjang, bukan berarti aku banci. Kau tidak lihat posturku yang manly, ya?”
Violetto tertawa kecil dan tersedak oleh ludahnya sendiri ketika mendengar kata ‘manly’ yang diucapkan pemuda didepannya ini. Tapi mau disangkal atau tidak, postur tubuh pemuda itu memang... seperti apa yang dikatakan pemuda itu sendiri. Namun akan menjadi memalukan jika ia sendiri yang mengatakannya, bukan? Sungguh, hal itu membuat Violetto menundukkan kepalanya dan menahan tawanya. “Tapi, rambut panjang identik dengan wanita. Berhati-hatilah jika suatu saat nanti ada pria yang jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu karena rambut panjangmu. Bahkan, mungkin kau bisa mendapatkan pria yang cocok denganmu dengan rambut panjangmu. Coba kalau wajahmu dirias sedikit dan memakai jubah yang bisa menutupi postur tubuh priamu, kau pasti akan segera dinikahi oleh pria terbaik disini! Atau jangan-jangan, kau memang sengaja memanjangkan rambutmu dan berharap para pria salah sangka kalau kau perempuan dan dinikahi?”
“Hei, kerdil. Jangan berbicara seolah-olah aku ini tidak punya harga diri.” Ruke mendengus kesal. “Mau rambut panjang, pendek, gundul kan terserah padaku. Memangnya apa urusannya denganmu? Susah banget jadi orang.”
“Kau marah?” Tanya Violetto diakhiri dengan tawa kecilnya.
“Tidak. Aku tidak pernah marah pada wanita, koq. Sia-sia, sih. Toh, endingnya wanita cuma bisa nangis.” Ucap Ruke menarik kedua sudut bibirnya dengan kedua jari telunjuknya kemudian menjulurkan lidahnya untuk mengejek.
Oke, tidak perlu menahan diri lagi. Violetto melemparkan kerikil ke kepala Ruke. Untungnya, yang dilemparkan Violetto adalah kerikil dan bukan sepatunya yang bertumit runcing. Bisa-bisa, Ruke mempunyai sebuah lubang di kepalanya hanya karena sepatu bertumit runcing. Dan meski hanya batu kerikil, batu tetaplah batu. Ruke merasakan nyeri yang hampir menyebar keseluruh kepalanya. Tiba-tiba ia berhenti mengelus kepalanya yang sakit itu dan menyadari suatu hal. “Kenapa... terasa sakit?” ucapnya seraya merasakan rasa nyeri yang perlahan menghilang waktu demi waktu.
“Tentu saja. Kau pikir kau ada dimana? Ini Blue Trois, tempat para roh tinggal. Jangan pikir kalau kau adalah roh kau bisa melakukan apa saja disini. Jika didunia sebelumnya kau tidak membutuhkan kebutuhan jasmani sebagai roh, maka disini kau perlu. Jangan mentang-mentang sudah mati dan semuanya kau anggap berakhir. Kau belum melunasi syarat untuk mempertanggung jawabkan tindakanmu didunia pertama kau tinggal! Ini satu-satunya kesempatan bagimu untuk melunasi syarat itu.” Violetto mengakhiri kalimatnya dengan menunjukkan jari telunjuknya kearah Ruke.
Ruke mengerutkan alisnya. Lelah berpikir, ia pun kembali menidurkan dirinya dan menghela nafas untuk kesekiankalinya.
Violetto menempelkan salah satu tumit sepatunya kedinding tempat ia bersandar. “Hmm... Apa permintaanmu yang belum tercapai itu, mahluk biru?”
“Bukan urusanmu,” jawab Ruke sekenanya meski sebenarnya ia tak tahu apa maksud dari pertanyaan yang diajukan padanya.
Hening. Sepertinya kedua mahluk itu sedang saling menahan emosi. Ya, benar. Ruke dan Violetto saling menahan emosi dan berusaha mentolerir sikap egois dari masing-masing. Ruke yang jengkel dengan tingkah Violetto. Dan Violetto yang kesal akan kelakuan Ruke yang benar-benar tidak sopan. Pertemuan pertama mereka adalah tiga hari yang lalu, selanjutnya mereka tak pernah bertatapan wajah lagi. Wajar saja bukan, jika mereka belum mengerti satu sama lain. Jika bisa mentolerir, kenapa tidak? Lebih baik menghabiskan pikiran daripada menghabiskan stamina untuk memaki satu sama lain. Bisa jadi, dengan menahan emosi mereka akan meninggalkan kesan yang cukup bagus.
“Sebenarnya... ini tempat apa? Kenapa aku dikurung seperti ini?” ucap Ruke memecah keheningan diantara mereka.
Akhirnya, Violetto kembali menarik ujung bibirnya karena Ruke menanyakan pertanyaan yang ingin didengarnya dari tadi. Violetto pun menjawab, “Karena kau adalah seorang Svetlo.”
“Memangnya ada apa dengan nama Svetlo?”
“Svetlo itu pembunuh.”
Dengan segera, Ruke menggebrak jeruji besi yang mencegahnya untuk bebas. “Jangan main-main, kau!” ia mencoba mengatur nafasnya kemudian kembali bersuara, “Memangnya kenapa?! Ada masalah?!”
“Mau dikata atau tidak, seluruh pemerintahan Red Un, Yellow Deux, Blue Trois dan Black memang sedang mencari seorang Svetlo bernama Jack. Kau kenal?”
Ruke menghela nafasnya lagi, “Apa maksudmu? Apa yang kau maksud dengan Red Un, Yellow Deux, Blue Trois, Black, dan... Svetlo Jack?” Tidak, apa yang sebenarnya Violetto? Mengapa Violetto menanyakan kakak angkat Ruke yang sangat ia benci?
“Kau tidak perlu tahu, dan tunggu saja didepan meja pengadilan nanti,” ucap Violetto diakhiri dengan senyumannya. “Ngomong-ngomong, kau kenal dengan Svetlo Jack?” tanyanya tanpa sempat membiarkan Ruke menghujaninya dengan sejuta pertanyaan.
Sudah dua kali Violetto bertanya tentang Svetlo Jack. Tidak mungkin jika Ruke mengelak, bukan? Ruke memejamkan matanya, kemudian menggelengkan kepalanya. Sepertinya, tidak ada cara lain selain berbohong. Toh, Ruke membenci Jack. “Tidak. Aku tidak kenal.”
“Hmm... Jadi begitu...” Violetto menengok ke langit-langit gua. “Sebaiknya kita ganti topik. Bagaimana rasanya dikurung selama tiga hari didalam sel?”
Kumuh, hanya ada jerami dan tanah. Ruke melihat langit-langit selnya. Langit-langit gua memang seperti itu. Ia menghela nafas seraya mengangkat bahunya. Rasanya, tanpa berpikirpun semua orang juga tahu kesimpulan apakah yang bisa diambil untuk menerangkan seperti apa rasanya hidup dipenjara macam ini. “Ini sih, bukan sel. Tapi gua yang serupa dengan tempat sampah. Kau  mungkin tak akan mengerti rasanya.”
“Yah, aku memang tak mengerti dan tak mau mengerti. Ehm... namamu Ruke, ya?” Violetto tersenyum. “Ruke.” ucapnya sambil mengamati telapak tangannya. “Kau memiliki nama yang bagus. Pasti orang tuamu berharap jika kau akan membantu orang lain dengan kedua tanganmu.”
“Kau mengartikan namaku sebagai ‘tangan’, ya?”
“Memangnya ada yang lain? Ruke dari Rukee kan?” ucap Violetto seiring membuka sel Ruke dan masuk kedalamnya.
Sudah dari tadi Ruke menahan dirinya untuk menjawab dengan tenang. Sepertinya, ia harus memperpanjang kesabarannya untuk menjawab pertanyaan yang menurutnya tidak penting. “Sayangnya negara asalku tidak menggunakan Bahasa Slovakia.” Ruke menatap Violetto. “Ngomong-ngomong, kau mau apa? Tidak takut kuhajar?” Ruke menyeringai kecil. “Tidak susah untuk merebut kunci sel dari wanita sepertimu.”
Violetto tersenyum. “Coba saja kalau itu maumu.”
“Tidak akan.” Ruke menumpukan dagunya diatas kedua lututnya. “Toh, aku yakin aku tidak bersalah. Jadi, buat apa aku berontak? Ntar malah dicurigai.”
“Diluar dugaan kau pintar juga.” Ucap Violetto sambil mengelus dagunya. Ia mengambil posisi duduk disebelah Ruke dan berkata, “Sikapmu benar-benar berubah dibandingkan waktu pertama kali ditangkap tiga hari yang lalu. Kau mengucapkan kata-kata kasar dan kotor. Bahkan kau berontak dan mengancam para centaur penjaga. Namun, tidak sampai 1 jam, kau diam tanpa suara. Aku heran. Sebenarnya kau ini nggak punya tekad atau justru pintar?”
“Hahaha... Sayangnya aku tidak tahu.” Ucap Ruke diawali tawa garing. “Kalau menurutmu?” lanjutnya bertanya.
“Entah. Yang bisa menilai diri sendiri kan diri kita sendiri.” Violetto memikirkan kata-kata yang ia katakan barusan. Sepertinya ada yang salah dengan kalimat yang ia katakan, meski ia sendiri tidak menyadarinya.
“Kupikir yang bisa menilai diri kita sendiri itu orang lain. Yah, perbedaan prinsip kurasa bisa diterima.”
Violetto melipat tangannya dan menyuruh otaknya untuk mencari suatu topik pembicaraan. “Ru–”
“Katakan saja mengapa kau mendekatiku seperti ini. Kau mau mengintrogasi secara tidak langsung, ya?” timpal Ruke tanpa membiarkan Violetto menyelesaikan kalimatnya.
Kedua ujung bibir Violetto saling tarik menarik, membuat senyum simpul yang sulit diartikan oleh Ruke. Ia mengangkat tangan kanannya kemudian menampar pipi Ruke. “Jaga bicaramu. Tidak bisakah kau sedikit lebih sopan. Kau terlihat menyedihkan seperti orang-orang busuk yang tak berpendidikan.”
Kedua mata Ruke melebar untuk sesaat, ia memegang pipi yang terkena tamparan. Ia sama sekali tidak menyangka jika perempuan yang terlihat rapuh itu ternyata begitu kuat. Ia masih bisa merasakan sakitnya tamparan yang Violetto berikan. Perempuan bermulut tajam seperti Violetto sudah banyak ditemuinya sejak lama, bahkan ibu kandung Ruke sendiri juga bersifat seperti itu. Namun, jika perempuan bertenaga kuda? Wah, hal itu tidak pernah terpikirkan oleh Ruke sebelumnya. Kalau seperti ini, bisa-bisa kodrat wanita bisa lebih tinggi dari pria, kan? Tamparan Violetto adalah yang paling sakit diantara tamparan-tamparan wanita lain yang pernah ia terima. Untung saja Ruke mengurungkan niatnya untuk mengambil kunci dari tangan Violetto. Jika ia nekat, entah apa yang akan terjadi padanya. Mungkin ia sudah tidak berbentuk seperti sekarang. Ruke melepaskan telapak tangannya dari pipinya. Ia dapat melihat beberapa tetesan darah yang mengalir dari pipinya.
“Sakit?” tanya Violetto.
“Nggak begitu.”
“Padahal aku sudah menyelipkan lempengan besi tajam dibalik sarung tanganku, tapi tidak sakit juga ya?”
Setelah selesai mengutuk memaki Violetto dalam hati, Ruke menjawab. “Pantas saja sakit.”
“Jadi memang sakit, ya?”
“Kau tuli, ya?”
Violetto menyandarkan punggungnya pada jeruji penjara kemudian menatap Ruke. Sungguh, baru pertama kali ia bertemu pria yang sungguh kasar padanya. “Kata-katamu memang benar-benar kasar. Pekerjaanmu waktu kau masih hidup apa, sih? Kau perampok, ya?”
“Kalau kuberi tahu, apa kau akan mengeluarkan ku dari penjara kumuh ini?” tukas Ruke sembarangan.
“Kau sangat ingin keluar dari sini?”
Ruke hanya tersenyum sinis. Memangnya jawaban dari pertanyaan Violetto masih patut diragukan? Sudah jelas, bahwa hanya orang aneh yang betah dikurung dalam penjara.
“Ayolah, aku hanya bercanda.” Ucap Violetto seraya menumpu dagunya dengan kedua lututnya. Ia menarik nafas kemudian melanjutkan kata-katanya, “Kurasa sudah tidak ada yang bisa kita bicarakan.”
Ruke hanya menatap langit-langit selnya dan hening.
Merasa tak ada hal yang menarik, Violetto beranjak berdiri. Ia membuka jeruji besi dengan kunci yang ia bawa dan keluar. Ketika sedang berjalan meninggalkan Ruke, Violetto mendadak menghentikan langkah kakinya.
Menyadari akan hal itu, Ruke hanya menoleh tanpa bicara apapun. Ia terlalu lelah dan malas untuk berkata-kata.
Violetto kembali melangkahkan kakinya. Tersenyum dengan seribu makna seraya meninggalkan Ruke sendiri.
“Brengsek. Hei, kau yang di sana!” tegur Ruke pada salah satu centaur penjaga dekat pintu selnya. “Siapa wanita itu? Berani sekali dia! Seenaknya saja!”
Centaur yang menghadap Ruke masih hening. Tak ada pertanda jika dia akan menjawab pertanyaan Ruke. Ia hanya menatap Ruke biasa dengan memegang tombak sebagai alat pertahanannya sedari tadi. Tak ada kesan menantang ataupun jijik, meski sebenarnya ia sedikit jengkel dengan sikap Ruke.
“Kaki kuda! Kenapa tidak menjawab?” tanya Ruke sekali lagi. “Kau tuli? Baiklah, kau yang satunya lagi! Jawab!” tegur Ruke dengan mengacungkan jari telunjuknya pada centaur penjaga yang berada ditepi kanan selnya.
Sama seperti centaur yang sebelumnya, ia hanya membisu. Bahkan ia malas menoleh pada Ruke. Centaur itu hanya berdiri tegap seperti yang ia lakukan sedari tadi.
“Kalian tuli?! Kasihan!” seru Ruke diakhiri dengan tawa lantangnya.
“Berhentilah bersikap konyol, Tuan. Sadarilah posisi anda saat ini.” Akhirnya, salah satu dari centaur itu angkat bicara. “Sekarang, Tuan berada diposisi yang sulit.”
“Sulit?”
“Sekarang semua orang yang terlahir dengan nama marga Svetlo sebelumnya sedang diburu untuk dimintai keterangan. Kami janji, jika Tuan tidak terlibat dengan Svetlo Jack kami akan melepaskan Tuan.” Tukas Centaur yang satunya lagi.
Ruke melihat bingung ke arah centaur-centaur itu secara bergantian. “Memang ada apa dengan Svetlo Jack?”
“Svetlo Jack, ia masuk dalam daftar orang yang tidak diperbolehkan masuk dalam surga dan neraka. Namun, dia sudah membunuh orang-orang dipermukaan atas yaitu dunia nyata. Ini sudah kelewat batas. Seharusnya, yang bisa menyebrang dari dunia ini dengan dunia permukaan hanya para tetua dari keempat dunia ini. Namun, ada suatu organisasi yang bisa. Organisasi itu bernama Samael Lilith. Entah bagaimana, mereka mempunyai daya untuk membuka jalan seperti itu.” Jelas salah satu Centaur.
Centaur yang satunya juga ambil bagian dalam penjelasan. “Asal anda tahu, para shinigami tidak ada yang bisa menangkap salah satu anggota Samael lilith. Padahal, anggota Samael Lilith sangat banyak. Namun baru-baru ini dicurigai jika Svetlo Jack adalah utusan Samael Lilith untuk terjun dalam permukaan.”
Ruke mengerjapkan cepat matanya. Sepertinya, penjelasan-penjelasan yang ia dengar barusan sungguh aneh. “Tunggu, apa maksudnya tidak bisa masuk ke surga dan neraka?”
“Soal tidak bisa masuk ke surga dan neraka, hanya Yang Maha Tahu yang mengerti.” Jelas salah satu centaur.
“Hmm... begitu ya?” Ruke kembali menyandarkan punggungnya pada dinding sel, kemudian menghela nafas. “Aku tahu jika Jack itu pembunuh. Tapi, masa’ sih?”
Kedua centaur itu saling bertatapan dan mencerna perkataan Ruke. “Kau bilang, kau kenal Jack?”
Oke. Sepertinya Ruke menginjak ranjau cukup besar saat ini. Mungkin sebaiknya ia tidak mengatakan nama itu saat ini. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Saat ini, berkata jujur bisa sangat diperlukan agar tidak dicurigai lagi. Mau tidak mau, Ruke pun mengakuinya. “Jack adalah kakak angkat ku.”
“Kami belum bisa sepenuhnya percaya pada Tuan. Bagaimana bisa anda dan Svetlo Jack terlahir dengan marga yang sama?” tanya salah satu centaur.
Ruke menghela nafasnya. Ia menundukkan kepalanya dan mencari posisi duduk yang nyaman dan kemudian bercerita. “Aku Ruke. Aku berasal dari keluarga yang kurang mampu.” Ruke menekuk kakinya kemudian memeluk lututnya erat. “Orangtua ku terbunuh dan aku diadopsi oleh keluarga Svetlo. Namaku diubah menjadi Svetlo Luke. Mereka semua sangat baik, aku menyukai mereka semua. Di keluarga itu aku bertemu Jack yang merupakan anak tunggal keluarga Svetlo. Dia baik, sangat baik. Dia selalu ada ketika aku sedang susah. Ia juga mengajariku banyak hal. Aku sangat menyukainya. Apapun yang dia sukai dari diriku, aku selalu menjaganya. Misalnya saja, rambutku ini. Namun kemudian hari aku mengetahui kebenaran yang sangat menyakitkan.” Ruke membenamkan wajahnya dilututnya, kemudian melanjutkan kalimatnya. “Ternyata, yang membunuh orangtua ku adalah keluarga Svetlo itu sendiri. Akupun bermaksud untuk memaafkan mereka. Tetapi, Jack membunuh mereka. Jack membunuh kedua orangtuanya sendiri. Itu hal terkonyol yang pernah aku dengar!” Ruke mengakhiri kalimatnya dengan tawa. “Dari situ aku mengubah pandanganku tentang Jack. Ia sudah mengambil apa yang sudah kumiliki. Dia mengambil orangtua kandungku karena dia adalah Svetlo. Dan dia membunuh orangtua angkat ku sebagai Jack. Aku membencinya, tapi disisi lain aku juga menyukainya. Kerabat Keluarga Svetlo pun simpati padaku, tetapi beberapa dari mereka juga membenciku. Aku dianggap pembawa sial, namun pada akhirnya aku tetap bisa menyandang nama Svetlo. Akupun mengubah namaku menjadi Svetlo Ruke untuk melupakan semua hal pahit yang terjadi, meski dalam silsilah keluarga itu namaku tetap saja Svetlo Luke. Dengan bermodalkan kepandaianku dan tekad aku mendapat surat ijin untuk menjadi dokter dan mengubah pandangan kerabat yang membenciku. Aku sudah menahan diri saat ini.” Ruke mengangkat wajahnya kemudian tersenyum. “Aku sudah lelah berbohong pada diri sendiri saat ini. Jadi maaf saja kalau kata-kataku sekarang jadi kasar.”
                Tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan dari jauh. “Yak, sesi curhat selesai.” Sosok itu mendekat. Ternyata, sosok itu adalah Violetto. “Kalian berdua! Cepat bawa tahanan jahanam ini ke ruang pengadilan! Para tetua wilayah dunia ini sudah berkumpul!”
Para centaur itu menuruti perintah Violetto dan mengeluarkan Ruke kemudian mengawalnya. Ruke dapat menghela nafasnya dengan lega ketika melihat pemandangan luar yang dianggapnya sangat indah. Ia dapat merasakan betapa segarnya hawa luar dibandingkan disel tadi. Ia juga dapat melihat beberapa bunga berwarna-warni yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ruke ingin meneliti pemandangan disekitarnya, namun sayang kedua tangannya diborgol dan ia diawasi secara ketat dalam perjalanan. Ruke dapat melihat jika ia memasuki istana utama. Ia sedikit terkejut ketika memasuki istana gelap itu, lentera-lentera api disampingnya menyala otomatis setiap Ruke melangkahkan kakinya dan mati ketika sehabis dilaluinya. Dengan dipimpin Violetto, Ruke tetap dikawal menuju ke sebuah ruangan. Disana ia dapat melihat jika ruangan itu terang akan cahaya merah meski tidak ada lampu. Tidak yang seperti ia bayangkan, ruangan itu kosong. Bahkan, meja ataupun kursi tidak ada. Padahal sebelumnya, Violetto berkata jika dirinya akan dibawa keruang pengadilan. Dan nyatanya ia dibawa keruang kosong, yang terang meski tanpa lampu.
“Siapa namamu?”
Pikiran Ruke terhenti seketika. Ia tersentak untuk sejenak, namun berusaha untuk tenang. Ruke menoleh kekanan dan kekiri. Ia tak dapat menemukan orang yang bertanya padanya. Entah bagaimana, sepertinya suara itu keluar dari seluruh pucuk ruangan dan tidak bisa dicari sumbernya.
“Berlutut dan menjawablah!” perintah Violetto pada Ruke ketika melihat Ruke memilih membisu ketika ditanyai.
“Tenanglah, Violetto. Aku sedang bertanya kepada pemuda ini.”
Violetto menundukkan kepalanya sebagai rasa permintaan maaf. “Maaf, silahkan anda lanjutkan pembicaraan anda.” Ia menoleh kepada para centaur yang mengawal Ruke. “Saya akan pergi dengan para pengawal saya, saya masih punya banyak perkerjaan yang harus diselesaikan.”
Para centaur mengikuti isyarat Violetto kemudian membuka borgol Ruke dan mengikuti Violetto yang beranjak keluar.
Ketika akan membuka pintu, Violetto menghentikan tangannya yang bersiaga mendorong pintu itu. Ia menoleh kebelakang dan tersenyum. “Saya sudah dapat percaya sepenuhnya padanya.” Ia pun keluar.
Suasana diruangan itupun semakin hening. Tidak ada salah satu pihak yang mau mengucapkan sepatah kata. Ruke hanya bisa menghela nafas ketika memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang. Meski ia tidak dikawal, tangannya masih diborgol.
“Sebenarnya, aku ini salah apa?” tanya Ruke memecah keheningan untuk sejenak. Namun sayang, tidak ada jawaban dari pertanyaan Ruke.
Ruke menghela nafasnya. “Tidak mau menjawab, ya?”
“Karena kau tidak menjawab pertanyaanku.”
Lagi-lagi, Ruke dikejutkan oleh suara itu. Namun kali ini, ia bisa mencerna dari mana suara itu datang. Ia menoleh kebelakang dan ia dapat melihat sesosok yang memanggilnya tadi. “Anak kecil?” ucapnya menerka apa yang ia lihat.
“Namaku Haux. Aku pemimpin dari Red Deux.” ucap pria pendek bertopi yang berhadapan dengan Ruke.
“Aku tidak tanya dan tidak mau tahu akan namamu.” jawab Ruke.
Tiba-tiba, sosok itu hilang dari hadapan Ruke sebelum Ruke sempat terheran. “Tapi aku ingin memberi tahu namaku, sekarang kau hanya boleh menurut.”

TBC~


GILA! ini baru seperempat Bab tapi udah banyak banget *menurutku siih* ehehehe :D

こんにちは! Welcome!

Hello, guys!
This is Ruki Shido's blog, I hope you like my blog even it's bad :D Well, I'm going to share my favourite things or my artwork in this blog :D

Problem?

Problem?
English is not my mother-tongue. So, forgive me for uncorrect word(s) XD